(Indonesia) FGD: Membumikan Peran dan Fungsi Perpustakaan

Sorry, this entry is only available in Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Perpustakaan UB kembali mengadakan acara FOCUS GROUP DISCUSSION pada tanggal 13 Desember 2017 di Swiss-Belinn (Arjuna Room). Dalam acara yang mengangkat judul “Membumikan Peran dan Fungsi Perpustakaan dalam Mendukung Kegiatan Belajar Mengajar di Universitas Brawijaya” ini, Perpustakaan UB mengundang Rektor UB, Warek 1 dan Warek 4 serta para Wakil Dekan 1 dari seluruh fakultas di Universitas Brawijaya.

Dalam sambutannya, Kepala Perpustakaan UB Drs. Johan A.E. Noor, M.Sc., Ph.D menuturkan bahwa FGD ini akan menggagas tentang Dewan Penasihat Perpustakaan. Hal ini sebagai bentuk pelaksanaan dari Peraturan Universitas Brawijaya No.1 tahun 2017 tentang standar mutu Universitas Brawijaya yang dipasal 64 ayat 10 yang diamanatkan bahwa perpustakaan harus memiliki dewan penasihat perpustakaan yang anggotanya wakil dekan 1.

Sementara itu Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S. yang selain memberikan sambutan juga membuka acara FGD, mengatakan bahwa Perpustakaan UB harus membumi karena anggaran yang dikeluarkan untuk perpustakaan itu rata-rata dalam satu tahun adalah 10 M. Rektor UB menyampaikan sebuah terobosan yang pertama yaitu agar terbentuk koordinasi antara FPPTI Jawa Timur sehingga bisa melanggan e-book maupun e-journal secara bersama-sama. Dengan begitu bisa mengurangi beban anggaran yang dikeluarkan  oleh perpustakaan maupun perguruan tinggi.

Acara inti dari FGD adalah pemaparan materi dan diskusi yang dimoderatori oleh Bapak Anang Sujoko, S.Sos., M.Si D.COMM dengan pembicara Kepala Perpustakaan UB yang didampingi para Koordinator Bidang antara lain Agung Suprapto, S.Sos., MA (Korbid. Layanan Pengguna), Dra. Widia Permana, S.Sos., MAB (Korbid Layanan Teknis), Suprihatin, S.IP, M.A  (Korbid Pengembangan dan Kerjasama), Pitoyo Widhi Atmoko., M.Si (Korbid. Teknologi Informasi) dan Dedi Gusro S.Ag (Kasubag TU).

Para undangan yang hadir dalam acara FGD diberikan kesempatan untuk menyampikan pertanyaan maupun usulan baik itu tentang perpustakaan maupun ruang baca di fakultas. Salah satu undangan yaitu Ibu Iis Nur Rodliyah, M.Ed. dari FIB menuturkan bahwa di fakultas masih banyak yang perlu dibenahi karena pimpinan masih kurang aware terhadap ruang baca. Selain itu masih banyak koleksi buku yang menumpuk dan sarana prasaran juga masih kurang karena di FIB hanya terdapat 1 ruang baca untuk 9 program studi dan ruangannya pun masih kurang luas. Ibu Lis juga setuju dengan konsep yang diberikan oleh  Rektor UB mengenai e-library karena bisa memaksimalkan ruangan yang tidak begitu luas dengan koleksi yang banyak.

Adapun tanggapan Pak Johan mengenai keluhan Ibu Lis, untuk masalah infrastruktur terkait internet ini berkaitan dengan PPTI. Tapi nantinya perpustakaan akan menggunakan SSO (Single Sign On) untuk mengakses e-book ataupun e-journal jadi jika mahasiswa ingin mengakases e-book ataupun e-journal harus masuk dulu ke web perpustakaan UB. Nanti juga dikembangan untuk masalah perpanjangan buku itu bisa online, ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan Perpustakaan UB agar layanan perpustakaan selalu up-date dengan perkembangan teknologi saat ini.

%d bloggers like this: