MENGARANG ITU GAMPANG

adalah topik yang digelar Program Studi Bahasa dan Sastra dalam rangka meningkatkan potensi mahasiswa Universitas Brawijaya untuk menciptakan sebuah karya sastra disponsori oleh Sampoerna dengan tema Sampoerna untuk Indonesia di lima kampus di Indonesia.

19 Maret 2008 Menghadirkan 3 pembicara yaitu Arswendo Atmowiloto, Andrea Hirata, Ratna Ibrahim berdialog dengan mahasiswa Unibraw yang diawali  membeberkan pengalaman dan trik trik dalam menulis. Gedung PPI lantai 2 ditambah lagi ruangan disebelahnya penuh sesak dengan mahasiswa bahkan tidak sedikit pula yang rela duduk di lantai karena tidak kebagian tempat duduk. Betul betul mengesankan sambutan dari Universitas Brawijaya pada ke tiga pembicara tersebut.
Ratna Ibrahim menyampaikan bahwa menuangkan ide dalam tulisan secara teori tidak ada peraturan yang baku, karena menulis ini adalah seni dimana seseorang bisa dengan bebas menuangkan ide idenya se optimal mungkin melepas dari benak. Ketika proses mengarang berjalan seperti bermonolog dan berdialog dengan diri sendiri atau dengan orang lain yang dilakukan Andrea dengan intens dan penuh penghayatan akan tema yang akan dijadikan intisari dari alur cerita. Sebab begitu saja ke permukaan sebelum terjadi proses, apa yang dinamakan embrio dari tema sumbernya memang beragam. Terjadinya bisa dari hasil pengamatan mata batin terhadap sekeliling dari membaca, atau hasil saringan komunikasi dengan teman atau sahabat.
Dalam membuat sebuah cerita yang utuh memerlukan waktu yang panjang bisa satu minggu bahkan berbulan bulan. Hari pertama mungkin hanya tema atau alinea pembuka, berikutnya pikiran dibiarkan mengembara, sambil terus mencari bagian bagian yang masih bisa diperas dimana mana agar bisa membentuk keterpaduan dalam kata dan harmoni alur cerita. Carmel Bird penulis asal Australia berpendapat sebaiknya kita mulai menulis dengan seluruh emosi atau jangan merasa dibatasi oleh apapun. seperti pengarang besar asal Inggris D.H Lawrence sukses besar dengan Lady Chatterlay Lovernya yang mengalami berpuluh puluh kali mengedit sebelum diterbitkan.
Kunci dalam menulis adalah ide harus dikembangkan tanpa ada rasa ketakutan dilihat, dibaca orang lain. Tidak ada cerpen yang buruk. Yang ada adalah persamaan selera diantara kita dan yang terpenting adalah tekad dan percaya diri alias pede dalam menulis, jangan mudah putus asa, jangan takut salah dan dimulai dari diri sendiri komentar asli arema ini.
Arswendo Atmowiloto lebih menyoroti tentang kreativitas, karena manusia diciptakan Allah beda dengan tumbuhan dan binatang yang tidak mempunyai kreativitas. Manusia melampaui kekuatan naluriah, insting dan dengan demikian melesat maju  dengan segala dinamikanya. Penemuan api, roda, sampai ritsluiting atau nasi goreng adalah bagian dari kreativitas. Bahkan untuk menulis dan membaca juga adalah bentuk kreativitas yang unggul. Dalam dunia penulisan, kreativitas adalah yang utama dan terutama. Segala yang terkait dengan karya kesenian memiliki unsur kreatif misalnya seni lukis, teater, musik, tari. Kreativitas bisa dilatih, dikenali dan disiasati baik dalam penulisan fiksi maupun nonfiksi yaitu dengan mengenali unsur unsur penulisan, misalnya : – tentang penokohan, – tentang lokasi tempat, – tentang lokasi waktu, – tentang tema utama, – tentang penceritaan atau plot. Dasar dasar menulis itu adalah : 1) sangat rajin membaca 2) rajin mengamati kehidupan 3) berlatih menuliskan. Pensiasatan lebih kepada tema umum : hari kesehatan, hari tembakau, yang sesuai dengan aktual waktu kejadian. Menulis adalah pekerjaan yang membahagiakan, membanggakan dan memberikan penghasilkan. Selain itu profesi ini dapat dikerjakan sambilan.
Andrea Hirata, penulis Laskar Pelangi yang juga seorang ekonom lulusan universitas luar negeri dengan predikat cumlaude bahkan tidak punya background sastra sama sekali malah yang lebih banyak mendapat pertanyaan dari hadirin pengamat sastra terkait dengan laskar pelanginya.
Tip dan trik yang disampaikan tidak beda jauh dengan kedua pembicara yang dihadirkan. Laskar pelangi yang diawali dengan ingin mempersembahkan sebuah karya kepada ibu gurunya bernama Muslimah tanpa disangka Andrea malah menjadikan dirinya terkenal karena sukses dengan angka penjualan lebih dari 1 juta kopi. Di akhir acara sebelum bertolak ke Jakarta Arswendo dan Andrea menyempatkan diri untuk berkunjung ke Perpustakaan Unibraw .- (WP) –

%d bloggers like this: