Open Archive Initiative Protocol for Metadata Harvesting

Open Archive Initiative Protocol for Metadata Harvesting (OAI-PMH) adalah sebuah mekanisme untuk mengumpulkan catatan yang berisi metadata dari repositori. OAI-PMH memudahkan penyedia data untuk menyajikan metadata, tentunya masih berdasarkan standar HTTP (Hypertext Transport Protocol) dan XML (Extensible Markup Language). Metadata yang diambil dapat memungkinkan dalam format apapun sesuai yang disepakati dalam suatu forum penyedia data dan penyedia layanan, sesuai dengan Dublin Core (dc) yang telah ditentukan untuk menyediakan level dasar interoperabilitas. Dengan demikian, metadata dari berbagai sumber bisa dikumpulkan dalam satu database dan layanan dapat diberikan berdasarkan data yang sudah terpusat. Dublin Code (dc) adalah format metadata yang didefinisikan berdasarkan kosensus internasional. Ada 15 Elemen metadata Dublin Core (dc) untuk deskripsi dan penemuan sumber daya yang sederhana, yang kesemuanya direkomendasikan dan tidak ada yang wajib dipakai. Interoperabilitas adalah kemampuan sistem, layanan dan organisasi untuk bekerja sama secara baik terhadap tujuan umum atau beragam. Di arena teknis didukung oleh Open Standards untuk komunikasi antar sistem dan untuk deskripsi sumber daya dan koleksi, dalam hal ini interopabilitas dipertimbangkan dalam konteks penemuan dan akses sumber daya.

Hubungan antara metadata dan konten terkait tidak ditentukan oleh protokol OAI. OAI hanya bertugas sebagai pengumpulan data pada satu tempat. Untuk penyediaan layanan, metode pengambilan data harus dikombinasikan dengan mekanisme yang lain.

Salah satunya dengan Indonesia One Search (IOS). Dengan menggunakan IOS, pengguna dapat melakukan pencarian dari seluruh koleksi publik baik yang dimiliki perpustakaan, museum, dan arsip di seluruh Indonesia juga seluruh koleksi elektronik internasional yang dimiliki oleh Perpustakaan Nasional. Banyak yang diharapkan dari penggunaan OAI, dengan adanya penerapan OAI akan lebih memudahkan dalam berbagi hasil penelitian, kajian serta publikasi ilmiah.

Meskipun OAI-PMH secara teknis sangat mudah untuk diterapkan, akan tetapi membangun layanan yang terpadu dan sesuai kebutuhan pengguna adalah perkara yang kompleks. Dengan kombinasi yang relatif sederhana, OAI-PMH bisa menjadi bagian dari infrastruktur web dan hal ini terbukti sukses dalam penyediaan layanan data konteks yang mengarah untuk pemanfaatan secara luas oleh organisasi-organisasi penelitian dan repositori institusi. (mfd)