(Indonesia) 7 Keahlian Pustakawan yang harus dikuasai dan dibutuhkan saat ini

Sorry, this entry is only available in Indonesia.

Dengan berjalannya waktu pustakawan mulai dikenal oleh masayarakat dan menjadi sorotan publik dalam dunia perpustakaan. Sebagai pustakawan boleh merasa bangga karena perjuangan selama ini sudah mulai didengar dan diperhatiakan. Sebutan pustakawan pada umumnya dikaitkan dengan orang yang bekerja di perpustakaan dan melayani pemustaka baik dalam menemukan berbagai koleksi dan informasi. Pustakawan merupakan profesi yang memerlukan pengetahuan dan ketrampilan khusus yang pada saat ini bisa diperoleh melalui studi atau melalui diklat-diklat tertentu dibidang ilmu perpustakaan. Profesi pustakawan diakui di Indonesia berdasarkan pada surat keputusan MENPAN No. 18/MENPAN/1988 direvisi menjadi  MENPAN No. 33/MENPAN/1990. Sebagaimana diatur dalam Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Perpustakaan Nasional RI  yang terdiri dari perguruan tinggi, sekolah, umum, dan khusus. Bagi lulusan non perpustakaan yang berijazah bidang lain, bisa menjadi pustakawan apabila ikut diklat PNRI atau Badan Diklat Provinsi kurang lebih 682 jam.

Memeng paradikma yang berkembang di masyarakat pada saat ini profesi pustakawan adalah sebagai “penjaga buku”. Namun paradigma ini tentu tidak akan berkembang luas apabila didukung dengan perilaku dari pustakawan yang menunjukkan sikap positif dalam memberikan pelayanan. Perilaku positif bisa ditunjukkan dengan sikap aktif, kreatif dan inovatif dalam kegiatan pelayanan informasi. Dengan begitu pandangan masyarakat pun akan berubah menjadi positif dengan beriringnya waktu tenteng arti profesi pustakawan.

Menjadi pustakawan merupakan sebuah profesi yang sangat membanggakan dan profesi yang sangat mulai. Tidak berbeda dengan profesi lain seperti guru, dokter, perawat dan lain sebagainya. Menjadi seorang pustakawan harus siap melayani banyak orang, sehingga seorang pustakawan harus memiliki jiwa yang penuh bersahabat dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka, seperti selalu tersenyum, ramah dan mengerti kebutuhan yang diinginkan pemustaka. Dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin hari terus meningkat, hal ini juga menuntut seorang pustakawan juga juga ikut berkembang.

Mengutip dari duniaperpustakaan.com ada 7 Keahlian pustakawan tambahan yang memang sangat dibutuhkan di era sekarang ini.

1.Big Data dan Analisis Data

Pustakawan harus mampu menangani, menganalisis, dan menyajikan data besar yang dikumpulkan dari berbagai sumber seperti catatan peminjaman, statistik pencarian, dan jumlah pengunjung. Ini membantu pustakawan untuk menentukan pola, tren, dan kebutuhan kolektif pengguna.

2.Teknologi Informasi

Pustakawan harus mampu mengelola, memelihara, dan mengoptimalkan sistem teknologi yang digunakan dalam perpustakaan. Ini termasuk sistem manajemen koleksi, sistem pencarian, dan sistem catatan peminjaman.

3.Sosial Media

Pustakawan harus mampu mengelola akun media sosial perpustakaan, menyebarluaskan informasi, dan menjaring interaksi dengan pengguna. Ini membantu pustakawan untuk menyediakan layanan lebih baik, mempromosikan perpustakaan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perpustakaan.

4. Ilmu Komunikasi

Pustakawan harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan pengguna, rekan kerja, dan pihak lain yang terkait dengan perpustakaan. Ini membantu pustakawan untuk menyediakan layanan yang baik dan meningkatkan kerjasama dengan pihak lain.

5.Ilmu Desain

Pustakawan harus mampu menggunakan desain untuk meningkatkan pengalaman pengguna, membuat tampilan yang atraktif dan mudah digunakan, dan mempromosikan perpustakaan. Ini membantu pustakawan untuk menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perpustakaan. Contohnya menggunakan Canva. Canva adalah salah satu design paling mudah dan populer untuk digunakan pustakawan membuat design promosi dll.

6.Keamanan Informasi

Pustakawan harus mengetahui cara melindungi informasi yang disimpan dan dikelola serta dapat menangani keamanan informasi di tingkat organisasi.

7.Ilmu Teknologi Pembelajaran Elektronik

Pustakawan harus dapat menyediakan akses ke sumber daya pembelajaran elektronik seperti tutorial, webinar, dan MOOC. Mereka juga harus dapat mengelola sistem pembelajaran elektronik dan menyediakan dukungan teknis bagi pengguna. Saat ini masih banyak pustakawan yang tidak memahami dan menguasai hal ini sehingga banyak orang yang belajar hanya mengandalkan search engine seperti google sehingga mereka akan menemukan banyak “sampah” di google karena jutaan informasi yang kurang terfilter dengan baik. Hal tersebut tentunya tidak akan terjadi jika setiap perpustakaan online di Indonesia melalui katalog onlinenya mampu menyediakanya.

Perlu Sobat Pustaka ketahui alasan utama mengapa ilmu dan pengetahuan ini wajib dikuasai pustakawan adalah karena perpustakaan saat ini adalah lembaga yang terus berkembang dan mengalami perubahan yang sangat cepat. Pustakawan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan trend saat ini agar dapat memberikan layanan yang baik dan meningkatkan daya tarik perpustakaan.