(Indonesia) Launching SOBAT PUSTAKA

Sorry, this entry is only available in Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Pada acara Open House dan Show Case 2019 yang lalu, Perpustakan UB melaunching Sobat Pustaka. Sobat Pustaka adalah bagian dari kegiatan UKM Literasi yang ada di Perpustakaan UB. Sebelumnya telah diadakan rekruitmen yang terbuka untuk seluruh mahasiswa UB yang berminat menjadi Sobat Pustaka.

Latar belakang dari pembentukan Sobat Pustaka ini karena jumlah pustakawan Perpustakaan Universitas Brawijaya (UB) sangat minim dan tidak sesuai dengan SNP (Standart Nasional Perpustakaan), dimana setiap tambahan 2000 mahasiswa ditambahkan 1 pustakawan. Sedangkan mahasiswa UB kurang lebih berjumlah 60.000 mahasiswa dan pustakawan perpustakaan UB berjumlah 15 orang.

Untuk itu perpustakaan UB menginisiasi kepada mahasiswa untuk membentuk UKM Literasi dengan tujuan untuk mengenalkan kepada pemustaka tentang aktifitas dan fasilitas serta jenis layanan yang dimiliki oleh Perpustakaan UB, agar informasi tersebut dengan cepat dapat tersampaikan kepada pemustaka khususnya pemustaka di lingkungan civitas akademika Universitas Brawijaya.

UKM Literasi merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang di dalamnya terdapat berbagai kegiatan literasi, membekali dan mengasah keterampilan dalam berliterasi  serta mencari tahu perkembangan terkini dalam bidang literasi. UKM Literasi juga dapat difungsikan sebagai ajang promosi bagi perpustakaan UB khususnya dan juga pihak-pihak yang terkait yang membutuhkan UKM Literasi tersebut.

Adapun susunan pengurus dari Sobat Pustaka antara lain: Arrial Thoriq (Hukum, 2017) sebagai Ketua, Christina Adventia Otta (Ilmu Perpustakaan, 2017) sebagai sekretaris dan Dyah Ayu Megantari Soesetyo Putri (Hubungan Internasional, 2016) sebagai bendahara.

Setiap mahasiswa memiliki beragam motivasi menjadi Sobat Pustaka. Dyah Ayu kebetulan memiliki pengalaman menjadi anggota Library Club saat duduk di bangku SMA, dia pengin meneruskan pengalaman yang didapatnya dengan menjadi Sobat Pustaka. Dyah Ayu ingin bisa berkarya di Perpustakaan UB. Sementara itu Muhammad Lukman Azizi dari FISIP ingin mengajak para mahasiswa dan masyarakat untuk mengenal budaya literasi. Hal ini karena sekarang banyak sekali penyebaran HOAX dan propaganda, dengan memiliki budaya literasi yang bagus maka kita bisa menfilter informasi yang kita terima. Sedangkan Yanssen Tanawa ingin membantu para civitas akademika UB untuk mengakses ilmu pengetahuan yang ada di Perpustakaan UB.

Bagaimana, apakah kalian juga tertarik menjadi Sobat Pustaka seperti mereka?