(Indonesia) Pelatihan Literasi Informasi Angkatan 5

Sorry, this entry is only available in Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Pelatihan Literasi Informasi sampai saat ini sudah menginjak di Angkatan ke 5. Diadakan pada tanggal 23 Maret 2021, pelatihan online ini diikuti 95 civitas akademika UB yang terdiri atas mahasiswa tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh Ketua Panitia yaitu Ibu Suprihatin, S.IP., M.A.

Adapun pemateri dalam Pelatihan Literasi Informasi Angkatan 5 ini adalah para pustakawan dan tenaga kependidikan antara lain:

  1. Agung Suprapto, S.Sos., M.A: Pengenalan Layanan Online Perpustakaan UB
  2. Heri Prayitno: Pemanfaatan Single Sign On (SSO) Remote Xs dan Repository UB
  3. Widia Permana, S.Sos., M.AB: Optimalisasi Penelusuran E-Resources yang dilanggan UB

Pelatihan Literasi Informasi ini sangat penting diikuti oleh para civitas akademika UB terutama di saat masa perkuliahan online seperti sekarang, agar mereka bisa memanfaatkan semua koleksi e-resources dan layanan online dengan maksimal. Terutama para mahasiswa tingkat akhir yang sedang menulis tugas akhir seperti skripsi, tesis dan disertasi.

Semenjak pandemi melanda Indonesia di bulan Maret 2020, Perpustakaan UB sudah melakukan berbagai inovasi layanan online mulai dari up-date informasi terbaru di website dan semua akun social media, pembukaan layanan hotline via WA, pembukaan beberapa layanan online seperti Serah Simpan Naskah TA, Bebas Pustaka, Repository Request, Peminjaman dan Pengembalian Buku secara online.

“Proquest ini jadi e-journal favorit para mahasiswa karena penjelasannya cukup mudah dan websitenya mudah diakses dan cepat. Selain itu Proquest memiliki keunikan tersendiri dimana ada pembatasan jumlah halaman jika kita mengunduh e-booknya. Jadi per hari ada batas maksimal jumlah halaman yang bisa diunduh,” demikian penjelasan Ibu Widia Permana dalam pemaparannya tentang Optimalisasi Penelusuran E-Resources yang dilanggan UB.

Sementara itu Bapak Hery menuturkan bahwa Repository Perpustakaan UB sudah kami bangun mulai tahun 2016, sebelum 2016 hasil karya disertasi dll yg lama kami masukkan. Ini semua dilakukan demi memenuhi kebutuhan para civitas akademika UB terhadap koleksi repository UB.

Di sesi tanya jawab ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh para peserta Pelatihan Literasi Informasi Angkatan 5, pertanyaan pertama diajukan oleh Dwi Wulan Anggraini:

“Bapak atau Ibu mohon izin bertanya jika buku yang saya pinjam hilang apakah saya harus membayar denda keterlambatan juga atau cukup mengembalikan bukunya?”

Bapak Agung, selaku Koordinator Layanan Pengguna menjawab bahwa jika mahasiswa menghilangkan buku yang dipinjam maka wajib mengganti buku yang sama. Jika di pasaran tidak ada maka harus konsultadi dulu untuk mengganti buku yang sesuai. Jika terlambat mengembalikan maka juga wajib membayar denda.

Pertanyaan selanjutnya diajukan Angela Josephine di sesi ketiga, “ Selamat Siang Bu, bagaimana cara mengakses repository yang dikunci?”

Bu Widia memjawab bahwa repository yang terkunci ada 2 penyebab yaitu terkunci karena embargo (permintaan penulis) dan kedua karena masih dalam proses pengolahan, setelah selesai diolah, maka bisa diakses. Mahasiswa dapat mengajukan request repository kepada Perpustakaan UB melalui prosedur yang sudah kami share di website dan social media Perpustakaan UB.

Demikianlah berita tentang Pelatihan Literasi Informasi Angkatan 5, semoga bermanfaat. Bagi Anda yang kemarin belum sempat mengikuti silakan mendaftarkan diri di Angkatan 6 pada link berikut: http://bit.ly/LiterasiUB06

Butuh Bantuan ? Chat dengan Kami
%d bloggers like this: