(Indonesia) Pop-Up Librarian: Program Promosi Perpustakaan Pusat UB yang Terbaru

Sorry, this entry is only available in Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Kemajuan teknologi menyebabkan pergeseran prioritas masyarakat dalam mencari sumber ilmu dan informasi dari media cetak ke media digital. Masyarakat kini lebih suka melalukan penelusuran ilmu dan informasi di internet daripada pergi ke perpustakaan. Fenomena ini juga menjangkiti kalangan mahasiswa, mereka lebih memilih mencari sumber referensi di internet daripada pergi ke perpustakaan perguruan di kampus.

Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya pun menyadari fenomena ini, itulah sebabnya berbagai macam program sosialisasi dan promosi perpustakaan gencar dilakukan. Salah satu program promosi terbaru dari Perpustakaan Pusat UB adalah Pop-Up Librarian.

 

Apa Itu Pop-Up Librarian

Ide tentang Pop-Up Librarian diperoleh Kepala Perpus UB, Drs. Johan Andoyo Effendi Noor,Phd. Ketika melaksanakan kunjungan di Newcastle University, Australia pada medio 2014. Yang dimaksud dengan Pop-Up Librarian adalah pustakawan yang mempromosikan tentang sebuah perpustakaan, mulai dari fasilitas hingga produk-produknya kepada masyarakat.

Sesuai dengan karakteristik Pop-Up yang muncul tiba-tiba ketika kita sedang browsing di internet, maka seperti itu pula kehadiran Pop-Up Librarian. Dia akan muncul di mana saja dan kapan saja, Pop-Up Librarian akan melakukan pendekatan secara akrab dan perlahan memperkenalkan perpustakaan mulai dari A sampai Z.

Tugas dari Pop-Up Librarian adalah mempromosikan Perpustakaan Pusat UB kepada para civitas akademika Brawijaya tentang berbagai macam produk dan fasilitas yang ditawarkan. Adapun produk perpustakaan yang mendapatkan prioritas utama untuk dipromosikan saat ini adalah e-journal yang selama ini sudah dilanggan Perpustakaan Pusat UB.

Pop-Up Librarian juga ditugaskan menggalih lebih dalam apa aja yang menyebabkan para mahasiswa enggan pergi ke perpustakaan. Selain itu juga, menampung aspirasi, saran dan masukan dari para pengunjung perpustakaan.

Ibu Hermintatik,SAB.,MA, Koordinator Layanan di Perpustakaan UB menambahkan, yang menjadi target Pop-Up Librarian adalah seluruh civitas Universitas Brawijaya, mulai dari mahasiswa S1, S2, para dosen hingga karyawan UB. Kehadiran Pop-Up Librarian diharapkan mampu memberikan informasi yang lengkap, jelas dan benar tentang Perpustakaan Pusat UB. Dengan demikian akan berdampak positif pada peningkatan jumlah kunjungan dan pemanfaatan koleksi Perpustakaan Pusat UB.

 

Pop-Up Librarian Perpustakaan Pusat UB

Perpustakaan Pusat UB baru saja merekrut tiga mahasiswa UB menjadi Pop-Up Librarian antara lain Trimo Septiono, Rochmad Kartiko dan Deni Purnitasari. Ketiganya merupakan mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan, FIA, Angkatan 2013.

Mereka bertiga memiliki beragam motivasi mengapa menjadi Pop-Up Librarian Perpustakaan UB. Trimo menuturkan bahwa pengalaman dan kesempatan berjalan lurus dengan kehidupan yang dititipkan Tuhan kepada setiap insannya. Hal tersebut memotivasi dirinya untuk mengambil setiap kesempatan menjadi Pop-Up Librarian. Dia berharap pengalaman ini akan meningkatkan perbendaharaanya di bidang Keilmuan Perpustakaan.

Lain halnya dengan Tiko, dia ingin mendapatkan pengalaman di bidang promosi perpustakaan juga sarana untuk mendapatkan ilmu baru yang berkaitan dengan promosi perpustakaan melalui tugasnya sebagai Pop-Up Librarian. Sedangkan Deni mengungkapkan jika tugas sebagai Pop-Up Librarian ini merupakan salah satu bentuk praktik dari ilmu dan teori yang selama ini dia peroleh di bangku perkuliahan.

 

Pop Up Library 3
Pop-Up Librarians sedang mempromosikan perpustakaan kepada salah satu mahasiswa yang sedang berada di Gazebo Perpus Pusat UB

 

Menjadi Pop-Up Librarian merupakan sebuah tantangan tersendiri. Beberapa rintangan pernah dialami oleh Trimo Dkk, antara lain sikap kurang peduli atau apatis dari para mahasiswa dengan keberadaan perpustakaan.

Seperti yang kami sampaikan di awal bahwa saat ini para mahasiswa lebih tertarik untuk mendapatkan informasi melalui internet, dimana mereka berpikir dengan adanya internet akan lebih praktis dan efisien. Hal ini pun ternyata juga terjadi di kalangan civitas akademika Brawijaya. Oleh karena itu Perpustakaan Pusat UB sebagai jantung universitas harus mampu menjawab tantangan ini, bagaimana menumbuhkan minat para mahasiswa untuk berkunjung dan mencari sumber ilmu dan informasi melalui perpustakaan.

Butuh Bantuan ? Chat dengan Kami
%d bloggers like this: