(Indonesia) Pustakawan Berprestasi tingkat Nasional 2019

Sorry, this entry is only available in Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Pustakawan UB kembali menorehkan prestasi, bahkan kali ini di level nasional. Adalah Kurniasih Yuni Pratiwi, S.Sos M.A, salah satu pustawakan dari Perpustakaan Universitas Brawijaya yang berhasil meraih prestasi sebagai Pustakawan Berprestasi tingkat nasional tahun 2019. Penghargaan ini diberikan pada Senin, 28 Oktober 2019 di Hotel Harris, Jakarta, dalam ajang Anugerah Diktendik Berprestasi yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Pratiwi mengangkat event Open House dalam karya pretasi unggulan yang diajukan di kompetisi Pustakawan Berprestasi tingkat nasional.  Open House and Show Case memang sudah menjadi event tahunan Perpustakaan UB dalam rangka promosi dan sosialisasi kepada para mahasiswa. Alasan Pratiwi mengangkat Open House karena perpustakaan itu sangat dibutuhkan promosi yang dikemas secara unik dan menarik.

Menurut Pratiwi, perpustakaan itu adalah Selling The Unsellable, yaitu perpustakaan itu sesuatu yang tidak menarik dan susah untuk dijual. Produk yang dianggap tidak laku akan menjadi laku tergantung bagaimana cara menyajikannya. Dan Perpustakaan UB telah melakukan promosi yang unik melalui event Open House dan Show Case.

Yang membuat Pratiwi berhasil meraih prestasi sebagai Pustakawan Berprestasi ini tidak hanya karena mengangkat tema Open House namun juga portofolio berupa pretasi tupoksi selama 3 tahun terakhir.  Kesulitan yang dihadapi Pratiwi ketika mengikuti ajang penghargaan ini adalah para peserta lainnya sudah memiliki jam terbang yang tinggi dan sering masuk nominasi.

Ketika menerima penghargaan ini, Pratiwi didampingi oleh Prof. Gugus Irianto, SE, MSA, Ph.D, Ak, Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan dan didampingi oleh Sri Aminin, S.IP, M.AP (Ketua Tata Usaha LP3M UB) dan Marsuki, S.Sos, MM, M.Si (Kepala Sub Bagian Umum LP3M UB).

Sebagai penutup, Pratiwi menuturkan bahwa seorang pustakawan wajib membuat publikasi baik itu dalam bentuk buku, prosiding maupun jurnal. Karena hal itu merupakan modal utama untuk bisa lolos Diktendik Berprestasi terutama kategori pustakawan.