(Indonesia) Calista, Wisudawan Termuda UB 2022

Sorry, this entry is only available in Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Dalam prosesi Wisuda Universitas Brawijaya (UB) pada Periode I Tahun 2022 tanggal 17 September 2022 yang lalu, ada salah satu wisudawan yang menarik perhatian yaitu Calista Felicia Ghaydaqila. Calista dinobatkan sebagai wisudawan termuda karena berhasil meraih gelar Sarjana Kedokteran dengan IPK 3,64 di usia 18 tahun. Mantabs banget ya Sobat Pustaka?

Memasuki Dunia Perkuliahan Usia 14 Tahun

Calista merasa senang dan bangga dapat meraih gelar S.Ked di usia 18 tahun. Apalagi dia memasuki dunia perkuliahan di usia 14 tahun pada Fakultas Kedokteran, pastinya banyak tantangan  yang menuntutnya untuk struggle. Bagi Calisata hal itu tidak mudah tapi dia bersyukur dapat melewati dan lulus S.Ked hanya dalam 7 semester. Dan tentu saja hal itu tidak lepas dari dukungan orang tua dan teman-teman kuliahnya.

Gadis yang mulai masuk SD di usia 4 tahun ini menuturkan bahwa motivasi dia masuk ke Fakultas Kedokteran karena sejak kecil dia bercita-cita menjadi seorang dokter. Dia juga merasa beruntung karena mendapat dukungan penuh dari keluarga sehingga dia dulu mantap mendaftarkan diri ke FK UB lewat jalur SNMPTN dan Alhamdulillah lolos. Selama kuliah di UB, Calista beberapa kali pernah berkunjung ke Perpustakaan UB untuk mencari bahan literasi dan Pustaka. Apalagi menurutnya ada mata kuliah yang sangat sulit yaitu tentang syaraf. Walaupun begitu, Alhamdulillah selama berkuliah IPK di setiap semesternya cukup stabil.

Tips dan Trik Meraih Nilai Tinggi

Pandemi Covid 19 membawa dampak pada semua aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Calista juga pernah merasakan kuliah dan belajar jarak jauh. Menurut Calista, sistem pengajaran di UB saat pandemi sudah cukup baik karena UB sudah dapat memberikan fasilitas pengajaran yang memadai walaupun mungkin ada kesulitan di materi-materi yg membutuhkan praktik secara langsung.

Dalam kesempatan ini, Calista juga tidak pelit berbagi tips dan trik bagaimana meraih nilai tinggi saat kuliah.

“Saya pribadi ketika kuliah dosen menjelaskan materi selalu sambil saya catat penjelasan apa saja yang dosen berikan, hal itu memudahkan saya untuk fokus ketika kuliah dan memudahkan saya belajar untuk ujian. Untuk belajar sendiri saya pribadi mempunyai jam efektif untuk belajar yaitu jam dimana saya dapat sangat fokus dan fresh sehingga materi yang apabila dipelajari ketika jam biasa membutuhkan 1 jam namun apabila saya belajar di jam efektif hanya membutuhkan setengah jam,” demikian dituturkan oleh Calista.

Calista memiliki jam efektif untuk belajar yaitu di pagi hari dan biasanya  dimulai sekitar jam 3 pagi. Sedangkan untuk durasi belajar, Calista bukan tipe yang memaksakan diri untuk terus belajar. Berdasarkan pengalamannya apabila memang sudah tidak mampu melanjutkan belajar namun tetap dipaksakan belajar maka materi yang dipalajari malah susah untuk dicerna dan justru akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk belajar.

Ingin Mengabdi di Daerah 3T

Setelah lulus Calista punya keinginan untuk bekerja menjadi dokter umum terutama bekerja di daerah 3T karena rasio antara dokter umum dan masyarakat masih tidak ideal. Menurut Calista, kebutuhan dokter umum di indonesia masih tinggi.  Jika sudah bekerja, barulah nanti Calista akan melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu Spesialis Anak. Sebagai penutup, Calista berharap semua lulusan UB dapat berbakti kepada bangsa dan negara, dengan memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran untuk Indonesia.

 

Do you need help ? Chat with our librarian
%d bloggers like this: