(Indonesia) Workshop E-Journal CNKI dan EBSCO

Sorry, this entry is only available in Indonesia. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Hari ini, 25 November 2022 UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya mengadakan workshop e-journal untuk ke sekian kalinya. Adapun e-journal yang disosialisasikan dan diajarkan cara penelusurannya pada workshop kali ini adalah CNKI dan EBSCO. UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya menghadirkan pembicara yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya yaitu Bapak Miyoto, beliau adalah Presiden Direktur CV SAGUNG SETO. FYI, CV SAGUNG SETO merupakan penerbit dan perwakilan perusahaan Multinasional yang menangani produk eJournal, eBooks dan AudioBooks. Saat ini CV. Sagung Seto ditunjuk sebagai Agen Tunggal beberapa penerbit kelas dunia seperti : EBSCO USA, sebagai penjualan data terlengkap untuk E-Journal dan E-book.

Workshop e-journal CNKI dan EBSCO diadakan di Ruang Pertemuan 1, Gedung UPT Perpustakaan UB Lantai 1. Workshop ini khusus diadakan untuk dosen, mahasiswa S2 dan S3 yang mana membutuhkan referensi e-journal internasional untuk menunjang proses belajar mengajar, penulisan tesis dan disertasi. Kuota peserta dalam workshop ini dibatasi untuk 100 peserta, dari total 100 peserta yang bisa datang pada workshop sebanyak 72 orang. Beberapa peserta batal hadir dikarenakan ada agenda dadakan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Saya sudah kangen bertemu dengan para civitas akademika Universitas Brawijaya. Terakhir kali saya ke UB saat mengadakan event Brawijaya International Book Fair pada tahun 2013. Lalu setelah itu ada pandemi yang menyebabkan kita tidak bisa mengadakan event secara offline selama 2 tahun,” ujar Bapak Miyoto saat mengawali materi kepada para peserta.

Adanya pandemi Covid 19 membawa dampak dan perubahan yang signifikan pada dunia literasi, dimana para kalangan akademisi mulai beralih pada konten-konten digital baik itu buku maupun jurnal. Demikian juga dalam proses belajar mengajar juga mengalami transformasi menggunakan media pembelajaran online seperti zoom, google met dan lainnya. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan e-journal dan e-book semakin meningkat.

Dalam workshop e-journal ini, Bapak Miyoto memperkenalkan kepada para peserta tentang kelebihan dan keunggulan dari e-journal yang dimiliki oleh CNKI dan EBSCO. CNKI memiliki Sistem Sumber Pengetahuan Terpadu China yang komprehensif, termasuk jurnal, disertasi doktoral, tesis master, prosiding, surat kabar, buku tahunan, buku catatan tahunan, ebooks, paten, standar dan sebagainya. Sedangkan EBSCO menyediakan cakupan subjek yang mendalam untuk bidang biomedis, kesehatan yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh dokter, perawat, profesional bidang kesehatan, peneliti yang terlibat dalam perawatan klinis, kesehatan masyarakat dan pengembangan kebijakan Kesehatan.

Bapak Miyoto menyampaikan materi yang terbilang berat dengan gaya yang lugas dan mudah dimengerti oleh para peserta. Agar peserta bisa mencoba langsung melakukan penelusuran maka Pak Miyoto membagikan username dan password e-journal EBSCO khusus untuk para peserta yang hadir. Pak Miyoto mengingatkan agar peserta tidak membagikan username dan password kepada mahasiswa atau dosen di luar UB. Selain itu juga peserta dihimbau untuk tidak mengunduh menggunakan download otomatis yang bisa mengunduh e-journal yang banyak dalam sehari karena akan membuat UB dibanned oleh EBSCO.

Tidak lupa juga Bapak Miyoto membagikan tips bagaimana agar papernya lolos dan diterbitkan secara internasional antara lain:

  1. Pilih e-journal yang terindeks Scopus. Jurnal terindeks Scopus adalah salah satu database (pusat data) kutipan atau literatur ilmiah yang dimiliki oleh penerbit terkemuka dunia, Elsevier. Scopus diperkenalkan ke masyarakat luas pada tahun 2004. Scopus cenderung bersaing dengan Web of Science (WOS) yang diterbitkan oleh Thomson Reuters, yang juga merupakan pusat data terbesar di dunia.
  2. Pilih Impact Factory yang seimbang. Impact Factor (IF) dari jurnal akademis adalah ukuran yang mencerminkan jumlah rata-rata tahunan dari kutipan artikel terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal itu. Hal ini sering digunakan sebagai proxy untuk kepentingan relatif dari jurnal dalam bidangnya; jurnal dengan IF yang lebih tinggi sering dianggap lebih penting daripada jurnal dengan yang lebih rendah. IF dirancang oleh Eugene Garfield, pendiri Institute for Scientific Information. faktor dampak dihitung tahunan mulai dari tahun 1975 untuk Ulasan jurnal-jurnal yang tercantum dalam Journal Citation Reports dari Thomson reteurs. (Wikipedia)
  3. Ikuti style atau gaya selingkung dari jurnal yang akan dibidik. Sebelum kita mengirimkan paper atau junal kita maka kita harus mempelajari dan mengikuti gaya selingkungnya. Gaya selingkung jurnal adalah gaya khas suatu jurnal yang bersifat konsisten, mencakup gaya penulisan dan format yang tercantum dalam pedoman penulisan jurnal tersebut. Penetapan kaidah selingkung dalam jurnal ilmiah bertujuan untuk menjaga keseragaman dan ciri khas dari suatu jurnal.

Demikian berita tentang workshop e-journal CNKI dan EBSCO yang diadakan oleh UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya. Semoga bermanfaat bagi para Sobat Pustaka.

 

Do you need help ? Chat with our librarian
%d bloggers like this: