Temu Pengelola SNI Corner se-Indonesia dan Seminar Nasional

Kepala Perpustakaan UB menjadi salah satu pembicara dalam acara Temu Pengelola SNI Corner se-Indonesia dan Seminar Nasional tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 7 Juli 2022 ini bertempat di Ruang Werkudara lantai 2 UPT Perpustakaan UNS. Adapun yang menjadi peserta adalah para civitas akademika, UMKM se Solo Raya serta pustakawan UNS.

Adapun yang menjadi pemateri dalam seminar nasional antara lain Kepala Biro Humas, Kerja Sama dan Layanan Informasi BSN, Zul Amri; Kepala Divisi Start-up dan Inkubasi Direktorat Inovasi dan Hilirisasi UNS, Catur Sugiarto yang diwakili oleh Koordinator Bidang Kerja Sama UPT Perpustakaan UNS, Achmad Nur Chamdi; dan Moderator Pustakawan UNS, Haryanto.

Sedangkan dalam Temu Pengelola SNI Corner se Indonesia yang mengambil tema Perspektif SNI Corner ditinjau dari Kepustakawanan, Dosen dan Instansi Pemerintah menghadirkan narasumber antara lain: Kepala UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya, Dr. Iwan Permadi, S.H., M.Hum, Pustakawan UNS, Achmad Nur Chamdi, serta Perwakilan Disperindag Pemprov Jatim, Kepala UPT PSMB-Lembaga Tembakau Jember, Abdiel Popang Kabanga.

Seminar nasional dibuka oleh Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto yang menyampaikan beberapa poin penting terkait standardisasi dan komunikasi. Poin pertama pentingnya standardisasi produk-produk impor, standardisasi pada produk binaan desa dari hulu sampai hilirnya, standardisasi pada produk (alat) inovasi. Poin berikutnya terkait komunikasi yang bersifat publikasi dan tindakan (action).

“Jangan hanya berhenti di acara-acara seminar saja, namun harus ada aksi nyata dari kegiatan tersebut,” ujar Sutanto.

Acara diawali paparan Kepala Biro Humas, Kerja Sama dan Layanan Informasi BSN, Zul Amri yang menyampaikan perkembangan sistem standardisasi dan penilaian kesesuaian, asal usul standar, pentingnya sebuah standar dalam melindungi daya saing produk dalam negeri dan perdagangan dunia. Zul menekankan tentang pentingnya standarisasi yaitu bisa meningkatkan standar hidup, permintaan produk yang aman dan bermutu, masalah lingkungan, masalah sosial, dll. Tentunya setiap negara mempunyai kekhasannya masing-masing yang berpengaruh pada standar yang ditetapkan.

“SNI Corner bukan hanya sebagai pusat informasi saja namun juga bisa sebagai fasilitator bagi mahasiswa. Saya berharap  nantinya ada program workshop pelatihan standardisasi, konten SNI Corner yang termutakhir dan kekinian, media yang digunakan untuk sosialisasi (online, offline, aplikasi mobile, website, multimedia), serta ragam kegiatan lain yang menarik (uji kompetensi, pendamping ijazah),” demikian dituturkan oleh Iwan Permadi dalam sesi diskusi temu pengelola SNI Corner.

Sementara itu Abdiel Popang Kabanga mengemukan tantangan yang harus dibenahi terkait keberadaan SNI Corner selama ini antara lain: model SNI Corner yang kurang kekinian infrastruktur dan pendukungnya, perlunya aplikasi SNI Corner yang lebih modern, pengenalan budaya standar sejak dini (apakah berbentuk mata pelajaran atau mata kuliah khusus SNI).

 

Do you need help ? Chat with our librarian
%d bloggers like this: