NoPlagiarism

Materi ini disampaikan oleh Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd., Kepala Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Pada materi ini dibahas mengenai zaman (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity). Fenomena vuca ini harus diketahui baik oleh individu maupun instansi untuk dapat siap menghadapi berbagai macam trend terbaru agar tidak ketinggalan zaman dan siap menerima segala perubahan. Vuca dalam Bahasa Indonesia volatility berarti sesuatu yang berubah-ubah dengan cepat, uncertainty berarti ketidakpastian, complexity berarti sesuatu yang semakin banyak dan rumit, dan yang terakhir ambiguity yakni sesuatu yang ambigu atau membuat ragu.

Saat ini manusia hidup di zaman vuca yang penuh dengan gonjang ganjing kehidupan. Digital Disruption merupakan perubahan yang muncul karena Teknologi Digital yang berdampak pada tidak stabilnya nilai bisnis dari sebuah jasa atau barang yang telah ada. Pengaruh digital disruption ini berdampak pada yang lainnya seperti dalam buku big bang disruption yang menjelaskan mengenai banyaknya industry dan perusahaan yang dilanda kepanikan karena banyaknya pesaing yang muncul karena adanya digital disruption. Hal tersebut juga berakibat pada yang lain seperti terjadinya juga gangguan pada dunia Pendidikan, pemerintahan, ekonomi, hukum, politik, kesehatan, bisnis, dan sebagainya.

Dengan era teknology digital yang canggih, masyarakat lebih menyukai segala sesuatunya dilakukan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi. Mereka memiliki kebutuhan yang sangat tinggi terhadap informasi. Dengan teknologi komunikasi dan Informasi ini seperti penggunaan internet, android, dan sebagainya, maka mereka dapat berkomunikasi dan bertukar informasi tanpa batasan jarak dan waktu.

Dengan banyaknya informasi yang terus bertambah setiap detiknya, maka lahirlah Big Data yang merupakan inovasi teknologi informasi yang melakukan proses pengolahan, menyimpan data dan menganalisa data dalam berbagai macam format, dapat menyimpan data dalam jumlah yang besar, menambah data dengan sangat cepat, mengolah dan menganalisis data dengan jumlah yang sangat besar dan sangat singkat.

Banyaknya informasi dan keterbukaan informasi, memudahkan akses manusia terhadap segala macam bentuk informasi yang dibutuhkan tanpa batas. hal ini juga menjadikan interkoneksi dan multi koneksi antar jaringan untuk saling memberikan kemudahan layanan pada pelanggan. Untuk itulah, digitalisasi merupakan jalan dalam mendukung segala aktivitas penyampaian informasi dengan cara cepat.

Informasi yang banyak tersebut sangat berpengaruh di dunia pendidikan, terutama di perpustakaan sebagai pusat penyimpanan dan penyebar informasi. Perpustakaan haruslah selektif dalam memilih dan menyebarluaskan informasi tersebut agar tidak menyesatkan. Permasalahan yang sangat krusial terkait hal tersebut yakni plagiarism. Dari dunia digital lahirlah Indonesia one search untuk mengatasi segala permasalahan baik mengenai plagiarism juga koneksi antar jaringan antar perpustakaan.

Plagiarisme tidak hanya berkaitan dengan etika, tetapi juga sanksi hukum. Plagiarisme termasuk dalam jenis tindak pidana hak cipta dan plagiatornya melanggar UU hak cipta yakni Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta. Plagiarisme ada karena kurangnya etika, baik etika individu maupun etika akademik, kurangnya komunikasi dengan penegak hukum, dan lemahnya pengecekan terhadap hasil karya.

Untuk itulah, aksesibilitas di perpustakaan perlu dikuatkan terutama dalam hal mengantisipasi plagiarism. Interlibrary loan dari IOS merupakan cara yang sangat bagus untuk diterapkan. Program tersebut dapat menjembatani banyak kepertuan akses perpustakaan hanya dalam satu pintu saja. Interlibrary loan memberikan akses untuk bahan pustaka, kerjasama antar perpustakaan, saling pinjam antar perpustakaan, dan saling memanfaatkan antar perpustakaan. Manfaat dari aksesibilitas tersebut juga dapat menguatkan ekologi kepustakaan, yang dengannya dapat mengurangi plagiarism sehingga mengurangi sanksi social intelektual dalam dunia Pendidikan, sehingga lahirlah manusia-manusia yang memiliki budaya intelektual yang tinggi. (Christinia Minarso)